Kamis, 04 Agustus 2016

MAKALAH SEMANTIK / SINONIM DAN ANTONIM LEKSEM BAADA (باد)

SINONIM DAN ANTONIM LEKSEM BAADA (باد)
ANALISIS SEMANTIK

Makalah

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Semantik
Dosen Pengampu: Muhammad Yunus Anis, S.S, M.A


Disusun Oleh:
Mohammad Yasir         (C1013034)

PROGRAM STUDI SASTRA ARAB
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2015
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugrahkan kita nikmat iman, islam, dan sehat sehingga kita masih dapat menimba ilmu dengan baik. Sholawat serta salam selayaknya senantiasa kita panjatkan kehadirat Rasulullah SAW yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah ke zaman yang penuh dengan cahaya ilmu.
Bahasa memiliki banyak bidang kajian, salah satunya ialah kajian makna atau disebut juga semantik. Bidang kajian ini dapat menentukan pilihan kata yang tepat untuk digunakan sesuai dengan maksud tuturan penuturnya. Dengan kajian inilah kita juga dapat mengetahui padanan kata yang benar, sinonim, dan antonimnya.
Penulisan makalah ini bertujuan tentunya untuk menuangkan dan mengabadikan ilmu dalam bentuk tulisan yang penulis miliki terkait antonim dan sinonim dari kata باد. Selain itu, penulisan makalah ini juga ditujukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah semantik yang diampu oleh Bapak Muhammad Yunus Anis, S.S, M.A. Semoga makalah yang telah disusun ini bisa menambah wawasan keilmuan dalam bidang kajian semantik, yang selanjutnya bisa dijadikan salah satu rujukan akademik di kalangan para akademisi.

Ismailia, 29 Desember 2015

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar    i
Daftar Isi    ii
Abstact    iii
Bab I    Pendahuluan    1
  1. Makna Leksem باد     1
  2. Teori Sinonim باد    1
  3. Teori Antonim باد    1
  4. Rumusan Masalah    1
Bab II    Pembahasan    2
  • Analisis Makna Satuan    2
  1. Makna باد    2
  2. Makna زال    6
  3. Makna انعدم    7
  4. Makna بقي    7
  • Komponen Makna    8
Bab III    Kesimpulan    9
Daftar Pustaka
ABSTRACT

This paper describes about the meaning of باد، its synonim, and its antonim. The lexical meaning of باد is ذهب، انقطع، and هلك. but the contextual meaning is according to the subject in the sentence, and the meaning is addopted from subject's behavior about unexistment. And then the synonims of باد is انعدم and زال, and the antonim is بقي. The writer composes this paper with purpose to know the meaning components of باد، زال، انعدم، and بقي. And the writer get the meaning components of them, they are action, the subject is human, the subject is human or not human, the subject is not human, action and experience, action and benefactive, action and location.

Keywords: antonim of باد، meaning components, meaning of باد، synonim of باد
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dipaparkan makna leksem dari kata "باد", sinonim dan antonimnya, serta rumusan masalah dari penulisan makalah sendiri.
  1. Makna Leksem باد
Berdasarkan Mu’jam Ath-Thullab Al-Wasith, “باد” secara leksikal berarti "ذهب, انقظع" atau pergi dan terputus.

  1. Teori Sinonim باد
Wahibah Khalid dan Diman Sa’ad mengatakan dalam kamusnya bahwa sinonim dari kata باد ialah زال dan انعدم, yang berarti hilang atau musnah.

  1. Teori Antonim باد
Berdasarkan mu’jam ath-thalib fil muradifat wal idhdad, antonim dari kata باد ialah بقي yang berarti masih, tinggal.

  1. Rumusan Masalah
Dari paparan di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Apa sajakah komponen makna dalam leksem باد, sinonim dan antonimnya?
BAB II
PEMBAHASAN

  1. Analisis Makna Satuan
  1. Makna باد
Terdapat banyak makna leksikal dari kata باد ini diambil dari beberapa mu’jam, diantaranya:
  1. Makna kata باد berdasarkan mu’jam al-wasith (معنى كلمة باد من معجم الوسيط)
باد  بيدا  وبيادا وبيودا : ذهب وانقطع وهلك
Contoh 1:وبادت الشمس  =  غرب. Secara leksikal, kalimat tersebut diartikan “matahari telah pergi”. Secara kontekstual, kondisi demikian diartikan sebagai tenggelamnya matahari. Disini kita dapati bahwa kata باد bisa digunakan untuk subjek yang bukan manusia. Adapun untuk pemaknaan atau penerjemahannya, digunakan istilah yang memang lazim di kalangan masyarakat. Kondisi “pergi” yang terkandung dalam konteks kalimat tersebut juga nyata, zhohir, tampak, terlihat, dan terjadi secara kasat mata, bukan maknawi, karena memang tampak secara kasat mata (non-sains) bahwa matahari itu pergi menuju tempat persembunyiannya di ufuk barat.
Contoh 2: بيدا من الطعام  =  الرديء. Secara leksikal, kalimat tersebut berarti “hancuran dari makanan”. Bila kita memahami arti dari kalimat tersebut secara leksikal, maka kita tidak akan menemukan maksud dari penulis atau pembaca, maka secara lazim kita harus memahaminya secara kontekstual, dan dapat diartikan dengan “makanan yang menjijikan”. Jadi pemaknaan dari kalimat tersebut dapat kita lihat dari arti باد yang bermakna هلك yaitu “hancur”, yang mana maksud dari penutur ingin mengatakan bahwa kondisi makanan tersebut hancur, tetapi kata “hancur” tidak lazim digunakan untuk makanan, maka penulis memaknainya dengan kata “jijik”, dilihat dari segi kondisi makanan tersebut.

  1. Makna kata باد berdasarkan mu’jam al-ghaniy (معنى كلمة باد من معجم الغني)
باد القوم : انقرضوا ، انقطعوا
Dari contoh di atas, Abdul Ghaniy Abu el-Azzam dalam kamusnya al-ghaniy mepaparkan bahwa pemakaian kata باد juga dapat bermakna انقرضوا. Akan tetapi dalam pemakaiannya, kita harus teliti dan hendaknya memilah kata yang tepat ketika ingin menggunakan kata باد  yang bermakna انقرضوا , seperti contoh di atas. Subjek dari kata باد itu berjumlah banyak atau berkelompok yang maksudnya “kaum itu telah pergi/menghilang tanpa ada satupun yang tersisa”. Jika kita menggunakan kata باد yang dimaksudkan dengan انقرضوا akan tetapi subjeknya tunggal (باد الطالب) itu tidak dibenarkan dalam penggunaannya, karena kata باد dengan maksud tersebut dikhususkan penggunaannya untuk subjek yang berarti jama’.

  1. Makna kata باد berdasarkan mu’jam ar-ra`id (معنى كلمة باد من معجم الرائد)
باد : انقطع ، اختفى
Di dalam kamus ar-ra’id kata باد dapat diartikan sebagai انقطع  dan  اختفى, tetapi penggunaan masing-masing dari arti tersebut haruslah sesuai. Seperti contoh :  باد البرد   dan باد االقمر وراء السحاب ,  dari dua contoh yang telah dipaparkan oleh penulis, kita dapat mengetahui bahwa terdapat perbedaan penggunaan untuk kata باد. Contoh pertama menunjukkan bahwa “dingin itu hilang/terputus”, jadi dapat kita analisa bahwa maksud dari kalimat باد البرد diatas adalah انقطع البرد .
Sedangkan jika kita analisa contoh kedua yaitu  باد االقمر وراء السحاب , dapat kita artikan dengan:
1) Bulan itu telah menghilang di belakang awan.
2) Bulan itu telah terputus di belakang awan.
3) Bulan itu telah bersembunyi di belakang awan.
Setelah penulis mengamati dengan seksama beberapa kemungkinan dari maksud contoh kedua, maka dapat diketahui bahwa maksud dari contoh tersebut adalah اختفى االقمر وراء السحاب  “bulan itu telah bersembunyi di belakang awan”.

Berdasarkan paparan di atas dengan berbagai maknanya, penulis menganalisa bahwa terdapat beberapa kata lain yang merupakan sinonim dari kata باد, diantaranya:
  1. Sinonim kata باد berdasarkan mu’jam al-wasith (مرادف كلمة باد في معجم الوسيط)
ذهب : مضى, زال ، يقال : ذهب الأثر : زال
Dari contoh diatas penulis ingin menghadirkan persamaan kata باد  dengan kata ذهب . seperti contoh : ذهب الأثر  jejak itu telah pergi, secara konstektual,  pemakaian kata ذهب pada contoh ini tidak dapat diartikan sebagai pergi, tetapi kata ذهب dapat diartikan sebagai زال yang berarti hilang. Jadi maksud dari contoh diatas adalah زال الأثر  jejak itu telah hilang. Kita juga dapat menggunakan kata  باد  dalam kalimat tersebut hingga menjadi باد الأثر  yang berarti زال الأثر .
انقطع : انقطع الكلام : وقف ولم يمض
Dari contoh di atas terdapat padanan kata باد yang berartikan انقطع ,seperti contoh : انقطع الكلام perkataan itu telah terputus, maksud dari contoh diatas yaitu perkataan tersebut telah terhenti sebelum selesai. Kita juga dapat menggunakan kata باد dalam penggunaan contoh tersebut, sehingga menjadi باد الكلام yang berarti انقطع الكلام.

  1. Sinonim kata باد berdasarkan mu’jam al-ghaniy (مرادف كلمة باد في معجم الغني)
هلك : فنى و مات
Kalimat هلك diatas adalah salah satu dari padanan kata باد yang berarti فنى و مات contoh : هلك العدو في المعركة musuh telah hancur di medan perang, kata disini dapat diartikan sebagai مات, jadi arti dari kalimat tersebut adalah  مات العدو في المعركة , kita juga dapat menggunakan kata باد dalam contoh diatas sehingga menjadi  باد العدو في المعركة yang berarti musuh telah mati di medan perang.

  1. Sinonim kata باد berdasarkan mu’jam ar-ra`id (مرادف كلمة باد في معجم الرائد)
غربت النجوم : غابت
Dari contoh di atas, dapat diartikan bintang-bintang itu telah ke arah barat, secara leksikal, pengartian tersebut dapat diterima, akan tetapi secara kontekstual arti tersebut tidak dapat diterima, sebab arti yang dimaksud adalah bintang itu telah menghilang, jadi disini penggunaan kata غرب bermakna غاب . Kita juga dapat menggunakan leksem باد pada contoh di atas sehingga menjadi بادت النجوم yang berarti غابت النجوم.

Pun demikian dengan antonimnya, penulis menganalisa bahwa ada beberapa kata lain yang bisa disebut sebagai antonim kata باد, diantaranya:
  1. Antonim kata باد berdasarkan mu’jam al-wasith (ضد من كلمة باد في معجم الوسيط)
ثبت : ثبت بالمكان : أقام
Antonim باد yang berarti ثبت
Dari contoh diatas pemakaian kata ثبت diartikan sebagai أقام atau menetap, jadi arti dari kalimat tersebut adalah dia menetap pada suatu tempat. Ini berlawan dengan kalimat باد من المكان yang berarti dia pergi dari suatu tempat, jadi kata ثبت yang berarti أقام berlawan arti dengan kata باد yang berarti ذهب .

  1. Antonim kata باد berdasarkan mu’jam al-ghaniy (ضد من كلمة باد في معجم الغني)
بقي : سافر الأبناء وبقي الأب : مكث في مكانه
Antonim باد yang berarti بقي
Dari contoh diatas pemakaian kata بقي diartikan sebagai مكث atau tinggal, jadi arti dari kalimat tersebut adalah anak-anak telah bepergian, dan ayah tinggal. Jadi kata بقي disini berlawan arti dengan kata باد yang berarti غاب.
  1. Antonim kata باد berdasarkan mu’jam ar-ra`id (ضد من كلمة باد في الرائد)  
دام : دام المطر : تتابع سقوطه
Antonim باد yang berarti دام
Dari contoh diatas pemakaian kata دام diartikan sebagai تتابع atau berkelanjutan, jadi arti dari kalimat tersebut adalah hujan itu berkelanjutan. Ini berlawan dengan kalimat باد المطر yang berarti hujan itu terhenti, jadi kata دام yang berarti تتابع berlawan arti dengan kata باد yang berarti انقطع .

  1. Makna زال
معنى زال من معجم الوسيط
زال : تحول وانتقل : زال من مكانه و عنه
    Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah زال yang berarti انتقل seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah dia telah menghilang dari tempatnya, tetapi pengartian tersebut kurang tepat karena yang dimaksud dalam konteks tersebut adalah berpindah انتقل. Jadi arti dari زال من مكانه و عنه adalah انتقل من مكانه و عنه  dia telah berpindah dari tempatnya.
معنى زال من معجم الغني
زال : مات : زالت البعوضة في الماء
Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah زال yang berarti مات seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah nyamuk itu telah hilang di air, tetapi pengartian tersebut tidak sesuai dengan konteks pada contoh tersebut, karena arti yang dimaksud disini adalah mati مات, jadi maksud dari contoh tersebut ialah ماتت البعوضة في الماء nyamuk itu telah mati di dalam air.
معنى زال من معجم الرائد
زال : ابتعد : زال القط من الغابة
Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah زال yang berarti ابتعد seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah kucing itu hilang dari hutan, tetapi pengartian tersebut tidak sesuai dengan konteks pada contoh tersebut, karena arti yang dimaksud disini adalah menjauh انتعد, jadi maksud dari contoh tersebut ialah ابتعد القط من الغابة kucing itu menjauh dari hutan.

  1. Makna انعدم
معنى انعدم في معجم الغني
 فعل خماسي لازم
انعدم : فقد : انعدم القلم في المدرسة
Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah انعدم yang berarti فقد seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah pena telah mati di sekolah, tetapi pengartian tersebut tidak sesuai dengan konteks pada contoh tersebut, karena arti yang dimaksud disini adalah hilang فقد, jadi maksud dari contoh tersebut ialah فقد القلم في المدرسة pena itu hilang di sekolah.

  1. Makna بقي
معنى بقي من معجم الوسيط
بقي : ثبت , رجع الطلاب وبقي أحمد في الفصل
Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah بقي yang berarti ثبت seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah murid-murid telah pulang, dan Ahmad tersisa di dalam kelas, tetapi pengartian tersebut tidak sesuai dengan konteks pada contoh tersebut, karena arti yang dimaksud disini adalah menetap ثبت, jadi maksud dari contoh tersebut ialah رجع الطلاب وثبت أحمد في الفصل murid-murid telah pulang, dan Ahmad menetap di dalam kelas.
معنى بقي من معجم الرائد
بقي : دام : بقي السحاب في السماء
Kita mengetahui bahwa satu kata dari bahasa arab dapat memiliki beberapa arti yang berbeda maksud, tetapi maksud penulis di sini ialah بقي yang berarti دام seperti contoh di atas. Secara leksikal arti kalimat tersebut adalah awan itu tersisa di langit, tetapi pengartian tersebut tidak sesuai dengan konteks pada contoh tersebut, karena arti yang dimaksud disini adalah tetap دام jadi maksud dari contoh tersebut ialah دام السحاب في السماء awan itu tetap di langit.
  1. Komponen Makna
Komponen makna adalah satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau ujaran; misalnya kata ayah memiliki komponen makna manusia, dewasa, kawin, jantan, dan punya anak.
Penulis di sini ingin menguraikan komponen-komponen makna yang dimiliki kata انعدم , زال , باد  dari segi sinonimnya, yang akan dipaparkan dalam matrik berikut :
Pembeda
باد
زال
انعدم
Tindakan
+
+
+
pelakunya manusia
+
+
+
pelakunya manusia dan bukan manusia
+
+
+
pelakunya bukan manusia
+
+
+
tindakan dan pengalaman
+
+
+
tindakan dan benefaktif
-
-
-
tindakan dan lokasi
+
+
+

Penulis juga akan menganalisa kata بقي yang merupakan antonim dari kata باد, yang mempunyai komponen makna : (1) verba aktif, (2) verba intransitif, (3) pelakunya manusia dan bukan manusia, (4) menetap pada suatu tempat, (5) tindakan, (6) tindakan dan pengalaman, (7) tindakan dan lokasi.

BAB III
KESIMPULAN

Salah satu keistimewaan dari bahasa arab yaitu kaya akan padanan kata, di sini penulis telah menganalisa persamaan kata dari باد yaitu زال dan  انعدم, selain itu penulis telah menganalisa tentang lawan kata dari باد yaitu بقي , dari hasil analisis penulis menemukan komponen makna dari باد, انعدم, زال, بقي .
Adapun komponen makna باد انعدم, زال ,  : tindakan, pelakunya manusia, pelakunya manusia dan bukan manusia, pelakunya bukan manusia, tindakan dan pengalaman, tindakan dan lokasi. Adapun komponen makna dari بقي adalah verba aktif, verba intransitif, pelakunya manusia dan bukan manusia, menetap pada suatu tempat, tindakan, tindakan dan pengalaman, tindakan dan lokasi.



DAFTAR PUSTAKA
Azzam, Abdul Ghaniy Abu. 2011. Mu’jam Al-Ghaniy
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Khalid, Wahibah dan Diman Sa’ad. Kamus Thalib fi Al-Mufradaat wa Al-Adhdad. Daar el-Ruqiy
Mahmud, Karim Sayyed Muhammad. Jakarta. Mu’jam At-Thullab Al-Wasith Arabiy-Arabiy
Mas’ud, Gibran. 1992. Ar-ra’id Mu’jam Lughawiy ‘Ashriy. Beirut. Darul Ilmi El-Malayin
Yuku. KBBI Android. 2013. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

Rabu, 03 Agustus 2016

RINGKASAN SOSIOLINGUISTIK

  1.    Pengertian Sosiolinguistik
Sosiolinguistik berasal adari kata ‘sosio’ dan ‘linguistik’.Sosio sama dengan kata sosial yaitu berhubungan dengan masyarakat. Ilmu ini merupakan kajian kontekstual terhadap variasi pengunaan bahasa masyarakat dalam sebuah komunikasi yang alami.
    Variasi dalam kajian ini merupakan masalah pokok yang dipengaruhi atau mempengaruhi perbedaan aspek sosiokultural dan masyarakat. Kelahiran sosiolinguistik merupakan buah dari perdebatan panjang dan melelahkan dari berbagai generasi dan aliran. Puncak ketidakpuasan kaum yang kemudian menamkan diri sosiolinguis ini sangat dirasakan ketika aliran transformasional yang dipelopori oleh Chomsky tidak mengakui realitas sosial yang sangat heterogen dalam masyarakat. Oleh Chomsky dan pengikutnya ini heterogenitas berupa status sosioal yang berbeda, umur, jenis kelamin latar belakang sukuj bangsa, pendidikan dan sebagainya diabaikan sebagai faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan pilihan berbahasa.  Berpijak pada paradigma ini Sosiolinguistik berkembang ke arah studi yang memandang bahwa bahasa tidak dapat dijelaskan secara memuaskan tanpa melibatkan aspek-aspek sosial yang mencirikan masyarakat.
    Dari pengantar ilmu linguistik tersebut, beberapa ahli berpendapat tentang studi hal tersebut, diantaranya:
  1. Abdul Chaer (2004:2) berpendapat bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antar
displin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dalam penggunaan bahasa itu dalam masyarakat
  1. Sumarsono (2007:2) mendifinisikan linguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan oarang-orang yang memakai bahasa itu
  2. Rafiek (2005:1) mendefinisikan sosiolinguistik sebagai studi bahasa dalam pelaksanaannya itu bermaksud/bertujuan untuk mempelajari bagaimana konversi-konversi tentang relasi oenggunaan bahasa untuk aspek-aspek lain tentang perilaku sosial
  3. Wikipedia, Sosiolinguistik adalah kajian interdisipliner yang mempelajari pengaruh budaya terhadap cara suatu bahasa digunakan. Dalam hal ini bahasa berhubungan erat dengan masyarakat suatu wilayah sebagai subjek atau pelaku berbahasa sebagai allat komunikasi dan interaksi antara kelompok yang satu dengan yang lain.






  1. Tujuan
Sosiolinguistik secara umum, tujuannya adalah membahas tentang kaitan pengguna bahasa dan perilaku dalam masyarakat/sosial
Dampak dari pembahsan tentang pengguaan bahsa, kita bisa mengetahui ha-hal berikut ini,
  • Beragam kondisi pada golongan atau kelompok pengguna bahasa itu
  • Kepercayaan pada golongan atau kelompok pengguna bahasa itu
  • Aturan pada golongan atau kelompok pengguna bahasa itu
  • Nilai-nilai yang ada pada golongan atau kelompok pengguna bahasa itu
  • Etika yang berlaku pada golongan atau kelompok pengguna bahasa itu
Sosiolinguistik dapat berhasil sebagai pembelajaran untuk pencatatan dan penelahaan yang digunakan oleh manusia ketika dia berbincang-bincang dengan lawan tuturnya.
Di samping itu, sosiolinguistik pun menjadi penelaah bahasa yang digunakan manusia termasuk penyampaiannya.
Sebagai contoh, adanya isyaraat atau tanda yang memberitahu lawan bicara bahwa seseorang tengah sepakat, tidak sepakat, sedang ingin sendiri, larangan untuk berisik, dan masih banyak lagi.
  1. Objek
Objek-objek dalam sosiolinguistik ialah bagian/aspek bahasa yang meniliki sifat la parole atau heterogen. Apa maksud dari hal tersebut?
Maksudnya adalah bahasa-bahasa memiliki wujud setelah diterapkan/dilaksanakan melalui suatu kegitan komunikasi ketika seseorang bercakap dengna yang lain.
Lalu, apa saja objek-objek kajian dalam sosiolinguistik?
Di bawah ini adalah asoek-aspek  dan objek-objek dari hal tersebut.
  1. Fonem
  2. Morfem
  3. Kata (leksikon)
  4. Frasa
  5. Klausa
  6. Kalimat
  7. Paragraf
  8. Wacana
  9. Dialog
  10. Ideolek
  11. Dialek regional
  12. Kronolek atau dialek waktu
  13. Sosiolek atau dialek sosial. Dialek sosial terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu: umur, jenis, kelamin, etnik, ideologi, kelas sosial, ketedidikan
  14. Undak usuk atau tingkat tutur
  15. Ragam, contohnya adalah formal atau akrolek, literer atau sastra, dan informal
  16. Bahasa, yaitu penggunaan atau terpilihnya bahasa selaku kode dalam masyarakat luas/ multilingual

  1. Metode
Ada beberapa langkah untuk mengkaji objek-objek sosiolinguistik.
  • data yang tersedia
  • penganalisisan data
  • penyajian dari hasil analisis kita
Prinsip utama yang mesti diingat adalah: aspek dari luar bahasa bisa lebih memberikan penjelasan/dijelaskan oleh bahasa itu sendiri.
Dengan demikian, konsep dasar dari pengkajian sosiolinguistik adalah suatu konsep keterkaitan arau hubungan. Konsep ini lebih renyah ditelinga kita dengar sebagai konsep relasi.
Apa yang dilakukan para peneliti di lahan ini?
Mereka mengorelasikan bahasa dengan hal-hal sosial, sebagai contoh, sosial budaya suatu kelompok masyarakat.
Dalam bidang ini, mereka harus mampu untuk memilah bahasa secara deskriptif dan persfektif. Bahasa secara deskriptif adalah bahasa yang dideskripsikan dengan apa adanya.
Sementara itu, persfektif adalah bahasa secara sudut pandang, hal ini disebut juga bersifat normatif.
Hal yang terpenting adalah: sosiolinguistik harus menyajikan suatu penelitian yang benar-benar apa adanya.
Oleh karena itu, data yang diperoleh harus memenuhi dua kriteria berikut ini.
1. alamiah (naturally occuring language)
2. dilarang untuk dibuat-buat (contrived)
Adapun dua metode dalam pengumpulan/penyediaan data, yakni observasi dan wawancara.
Metode observai ialah salah satu cara meneliti yang dilaksanakan dengan teknik pengamatan objek kajian dalam konteks yang bersangkutan. Sebagai contoh, seorang pria yang hendak melakukan penelitian mengenai bahasa makan seharusnya dia mencari peribahasa- peribahasa itu yang didukung teks lainnya sebagai unsur pengkondisian atau aspek budaya dan sosialnya. Dalam praktiknya, seorang yang melakukan observasi bias terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Untuk teknik tidak langsung, hal tersebut dikenal pula sebagai observasi tidak berperan serta/nonpartisipasi.
Seorang tokoh yang bernama Sudaryanto pada tahun 1993 pernah melakukan penamaaan terhadap metode observasi partisipasi dengan teknik simak libat acap. Adapun teknik nonpartisipasi diberi nama teknik simak bebas libat acap.
Sementara itu, metode wawancara ialah metode pengumpulan data dengan teknik tanya-jawab dengan narasumber/informan oleh seorang peneliti.
Selanjutnya, metode analisis dalam ilmu sosiolinguistik terbagi ke dalam dua jenis.
Pertama, metode pemadanan atau yang lebih sering kita dengan sebagai metode korelasi. Metode yang satu ini berhubungan dengan proses korelasi objek bahasa dengan eksternal unsur nonbahasa. Metode korelasi adalah suatu cara analisis yang isinya memerlukan sebuah penjelasan atas objek kajian dalam keterkaitannya secara kontekstual.
Kedua, metode distribusi atau yang lebih dikenal dengan metode operasi. Metode distribusi biasanya berhubungan dengan membedah, mengolah, atau mengotak-atik wacana verbal dengan cara internal. Meode operasi ini, pada umumnya menguraikan bagian-bagian subtansial suatu objek kajian lalu mendistribusikan hal itu dengan aspek-aspek verbal yang lain. Tujuannya adalah demi memperoleh aturan, pola, atau kaidah yang berkaitan secara kontekstual maupun sosial-budaya.